KAMMI UNPAD IKUTI DISKUSI |”Perempuan dan Politi, kuota 30 %
Kammi Unpad hadir dalam Forum diskusi mahasiswa “Sehari bersama Perempuan” bertajuk “Kiprah Perempuan membangun Bangsa di Pemilu 2009. Peserta Acara ini seluruhnya perempuan, atau bisa dikatakan acara yang “akhwat only”. Topik diskusi yang dibahas adalah ” Perempuan dan Politik (kuota 30 %), mampukah lahirkan perubahan??.
Informasi di Baligho Acara dituliskan akan hadir 3 elemen kemahasiswaan (KAMMI, FMN, dan HTI) yang akan berdiskusi di forum ini. Namun saat acara berlangsung ada 4 elemen yang meramaikan forum diskusi ini yaitu Muslimah HTI (MHTI), KAMMI Unpad, Matras (Mahasiswa trans kampus merupakan gabungan mahasiswa HTI dari beberapa kampus seperti UNisba, UPI, dsb), dan Hima Ilmu Pemerintahan Unpad.
Untuk topik 30% yang dibahas Forum ini KAMMI Unpad sepakat bahwa tidak ada masalah dengan kuota 30 % di Legislatif. “Kammi mendukung sepenuhnya peran wanita dalam legislatif,” tutur Yunita Muthmainah, Ketua BKM KAmmi Eksak, saat diskusi berlangsung.
Kesemuanya juga menyadari bahwa masalah yang tengah dihadapi saat ini bukanlah masalah jumlah perempuan di legislatif melainkan seberapa besar peran perempuan untuk membuat lembaga legislatif jadi wadah yang lebih baik.
Tiap pembicara yang hadir pun melontarkan pemikirannya..
seperti bu Cucu Sari Purniawati
, selaku Caleg salah satu Parpol peserta pemilu berpandangan selama ini perempuan enggan untuk maju karena terlalu banyak di “dogma” bahwa politik itu kotor dan dan sama sekali tidak ada kebaikan di dalamnya.
sementara Antik Bintari selaku Akademisi dari Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad berpendapat kuota 30 % sebagai hal yang positif bagi peran perempuan di pemerintahan. Namun sayangnya proses rekrutmen yang buruk, hanya pada saat menjelang pemilu, membuat kualitas Caleg perempuan diragukan.
beda lagi dengan Ishmah Cholil, pengamat politik, yang berpandangan untuk peran Caleg perempuan, bahwa logika gender yang dipakai untuk aturan tsb adalah omong kosong..
namun sayangnya forum diskusi ini tidak membuahkan solusi bersama, hanya simpulan panitia saja yang dibacakan di akhir acara..

semakin banyak perempuan yang menunjukkan kejantanan mereka. hahahahaaa….. jantan dan bukan betina lagi. era perempuan, era menjantan!!!
Comment by nipah_nip — March 23, 2009 @ 12:54 pm
sedikit koreksi: di baliho mang tertulis 4 elemen mahasiswa, bukan 3. yaitu: MHTI, KAMMI, HIMA IP, FMN. Namun saat acaranya ternyata bukan FMN yang hadir tapi malah MATRAS (baca: MHTI dari kampus2 lain).
Memang bukan solusi bersama yang dibacakan moderator di akhir acara (& itu sgt mustahil), yang moderator jadikan simpulan adalah pendapat dari fikrah mereka sendiri selama ini (khilafah).
KAMMI UNPAD, I Luv U so … ^_^
Comment by El Khansa — March 26, 2009 @ 10:26 am
sedikit koreksi: di baligo mang tertulis 4 elemen mahasiswa: (KAMMI, MHTI, FMN, HIMA IP) bukan 3. Tapi yang datang di acara itu bukan FMN, melainkan MATRAS ( isinya ya MHTI, tapi gabungan dari MHTI kampus2 lain).
Memang akhir acara ini tidak membuahkan solusi bersama (& itu sangat mustahil), Simpulan yang dibacakan oleh moderator di akhir acara tidak lain & tidak bukan adalah pendapat dari fikrah yang selama ini mereka junjung (baca: Khilafah). Diskusi qt jika dihitung bersih cm 6 menit per-kelompok, itupun belum masuk ke “yang panas” (demokrasi menurut mereka), ber jam-jam selebihnya adalah “kajian” dari pembicara mereka. Jadi kemaren tu bukan acara “diskusi”, lebih tepatnya “pemerkosaan ideologi”.
Yawdah, semoga Allah memaafkan qt dan mereka. Amiin.
KAMMI UNPAD, I Luv U So…
Comment by El Khansa — March 26, 2009 @ 10:37 am
sedikit koreksi: di baligo mang tertulis 4 elemen mahasiswa: (KAMMI, MHTI, FMN, HIMA IP) bukan 3. Tapi yang datang di acara itu bukan FMN, melainkan MATRAS ( isinya ya MHTI, tapi gabungan dari MHTI kampus2 lain).
Memang akhir acara ini tidak membuahkan solusi bersama (& itu sangat mustahil), Simpulan yang dibacakan oleh moderator di akhir acara tidak lain & tidak bukan adalah pendapat dari fikrah yang selama ini mereka junjung (baca: Khilafah). Diskusi qt jika dihitung bersih cm 6 menit per-kelompok, itupun belum masuk ke “yang panas” (demokrasi menurut mereka), ber jam-jam selebihnya adalah “kajian” dari pembicara mereka. Jadi kemaren tu bukan acara “diskusi”, lebih tepatnya “pemerkosaan ideologi”.
Yawdah, semoga Allah memaafkan qt dan mereka. Amiin.
KAMMI UNPAD, I Luv U So…
Comment by El Khansa — May 5, 2009 @ 2:09 am