Pemuda: Da’i dalam Perubahan Sosial.

Mahasiswa merupakan salah satu asset dakwah yang sangat signifikan dalam setiap perjuangan didalamnya. Sebutan ini menjadi lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktivitas dalam menghiasi segala citra peradaban dimuka bumi ini. Banyak sebutan-sebutan lain yang disandangkan bagi mahasiswa, beberapa diantaranya seperti sebutan “Agent of change”, “director of change”, “creative minority”, “Agent of Social Control”, “Agent of Development”, “iron stock leader” dan lain sebagainya.
Berbicara identitas Mahasiswa, maka tidak bisa kita pisahkan dari identitas Pemuda. Membicarakan mahasiswa berarti kita tengah membicarakan suatu kelompok masyarakat yang sesungguhnya memiliki peran sangat penting dalam dinamika sosial suatu masyarakat secara keseluruhan. Disebabkan oleh kualitasnya yang spesifik, tampil sebagai suatu lapisan masyarakat yang vocal, berorientasi kedepan sehingga menjadi idealis, dan sebagai sebuah konsekuensi, mahasiswa memiliki suatu posisi sosial tertentu dan sangat independent dalam masyarakat.
Kontribusi pemuda yang disumbangkan untuk perkembangan da’wah saat ini cukup tinggi. Tidak dapat disangkal bahwa eksistensi pemuda islam dalam kehidupan ini amat penting, karena mereka memiliki potensi besar dalam mewarnai perjalanan sejarah ummat manusia ini. Mereka senantiasa harus memberikan segenap tenaga dan pikirannya untuk sebuah nilai-nilai yang islami. Sesungguhnya tugas mengajak orang untuk beriman serta membenarkan imannya sehingga ia mau berbuat dan berkorban dalam perjuangan risalah ini merupakan tugas yang amat sangat berat, serta menuntut banyak persyaratan dan pengorbanan. Tetapi semua itu tidak melunturkan semangat mahasiswa/pemuda dalam mewujudkan segala cita-citanya dalam berdakwah.

Mahasiswa atau pemuda juga merupakan bagian dari makhluk sosial yang tidak bisa terpisahkan dari interaksi sosial sekitarnya. Disamping ghiroh berdakwah yang cukup tinggi, maka tantangan yang ada didepan mata juga tidak sedikit. Manusia secara fitrah dan naluri menghajatkan sentuhan sosial untuk berbagai kebutuhan dasar kehidupan. Kesejahteraan, kecukupan hidup, rasa keamanan, perlindungan terhadap hak milik, dan hak asasi adalah contoh kebutuhan sosial yang tidak terelakkan. Manusia dimanapun tempatnya, dan apapun agamanya, senantiasa akan memerlukan interkasi sosial yang saling memberi, saling membantu dan saling memaafkan.
Yang menjadi tantangan dan permasalahan adalah, banyak perubahan-perubahan sosial yang harus dihadapi oleh kaum muda atau mahasiswa dimana bertentangan dengan nilai-nilai yang diperjuangkannya. Dalam arus perubahan sosial yang semakin dan terus bertambah cepat, maka mahasiswa dihadapkan kepada problematika-problematika sosial yang juga tidak terpisahkan dengan problematika ummat. Inilah yang menjadi tugas berat para jundi dakwah (para pemuda yang da’i) dalam mewujudkan masyarakat yang madani hingga islami.
Kontribusi efektivitas kerja da’wah dalam perubahan sosial di masyarakat dapat terlihat dari proses dan hasil kerja yang dijalankannya. Namun dalam prosesnya, lagi-lagi mahasiswa/pemuda harus berhadapan dengan realita yang ada dimasyarakat, dimana karakteristik yang dimiliki masyarakat kita saat ini cukup beragam, dan disinilah nilai lebih dari seorangpemuda dituntut, dimana harus mampu memahami kebutuhan setiap objek perubahan tanpa harus menentang dan menggurui. Disinilah pribadi-pribadi pemuda yang bersifat da’i sangat dinantikan, karena setiap pemuda haruslah menjadi da’i sebelum menjadi yang lainnya, dan bukanlah seorang hakim yang selalu bisa memvonis.

Perubahan adalah suatu keharusan selama bumi ini masih diizinkan untuk terus berputar, sepanjang setiap makhluk masih bisa bergerak dan bernafas sepanjang itu pula perubahan akan terus terjadi. Namun dalam konteks perjuangan dakwah, perubahan tersebut harus kita tuntun agar tidak lari dari nilai-nilai yang kita rencanakan, yaitu nilai-nilai islam yang mutlak sebagai solusi dalam setiap permasalahan social yang ada. Oleh karena itu peranan mahasiswa ataupun pemuda dalam perubahan sosial merupakan suatu keharusan. Pemudalah yang harus mengarahkan arus perubahan sosial ini kemana akan berjalan. Dan peradaban ini akan senantiasa memiliki harga diri jikalau pemudanya memiliki pribadi-pribadi da’i yang senantiasa dinamis dan produktif, tidak cukup hanya menjadi da’i untuk dirinya sendiri, tetapi harus senantiasa bergerak dan terus bergerak.
Untuk itu, peranan pemuda harus dilibatkan sebagai motor penggerak perubahan. Tidak dipungkiri lagi, bahwa eksistensi pemuda islam dalam kehidupan ini sangat penting, merekalah yang memiliki potensi dalam mewarnai perjalanan sejarah ummat manusia hingga detik ini. Apabila mereka baik, maka akan baiklah kondisi ummat serta terwujudnya kemaslahatan bersama, sebab mereka akan bangkit dan bersatu menunaikan tugas dan kewajibannya, baik secara individual maupun kolektif atau berjamaah. Tidak kalah penting adalah peranan pemuda/mahasiswa dalam menyebarkan syiar islam, dakwah dan jihad fisabilillah. Karenanya Allah swt menganugerahkan kekuatan fisik (jasmani) dan ketajaman daya fikir yang jauh lebih ungul jika dibandingkan dengan generasi lanjut usia / orang tua: (Quwwatusy-syabaab). Wallahu’alam Bisshawab.
Abdullah”Reza”Silalahi: Ex.Ketua KAMMI Unpad.