Dialog antara seorang aktivis KAMMI (K) dan seorang aktivis LMND (L) ini terjadi di awal tahun 2007
di saat greget gerakan mahasiswa semakin tak terasa di tengan hiruk-pikuk politik nasional.
L : Apa kabar bung ?
K : Baik saja,alhamdulillah. .Saudara bagaimana juga kabarnya..?
L : Baek juga. Kawan-kawan Kammi sedang menyiapkan agenda gerakan apa neh..?
K : Yaah..kami sedang konsolidasi internal. Banyak masalah yang perlu diselesaikan.
L : Oh ya..? aku pikir Kammi gerakan yang paling solid di antara kita. kok masih saja berkutat di masalah internal?
Masalah apa aja tuh…?
K : Banyak, bahkan banyak sekali.Bagaimana dengan teman-teman LMND ?
L : Bulan ini kami punya empat agenda besar. Kawan-kawan di divisi propaganda sedang gencar melawan RUU PM.Mereka
sedang menggalang alinsi dengan organ-organ lain. Kawan-kawan di divisi advokasi sedang menangani kasus penggusuran
PKL di pojok kota. Kawan-kawan di divisi politik sedang konsentrasi menyiapkan isu pilkada propinsi kita. Kawan-kawan
di divisi pendidikan sedang mentraining kader-kader baru di kawasan miskin kota.
K : Luar biasa…banyak sekali agendanya ? Berapa komisariat yang kalian punya?
L : Kami cuma punya dua komisariat kawan..
K : Yang bener aja…tapi kader kalian pasti banyak kan..?
L : Kader…? ah,jangan bercanda kawan. Kader Kammi yang jelas jauh lebih banyak. Kader Liga gak lebih dari 100 orang.
K : 100 orang untuk empat agenda besar..? luar biasa !
L : Luar biasa ? ini hal biasa kawan. Kalian bisa melakukannya. Bahkan dengan kader yang kalian miliki pasti lebih
banyak yang kalian lakukan.
K : Tidak seperti itu kenyataannya. Sebagian waktu kami habis untuk menyelesaikan masalah internal. Selebihnya habis untuk
agenda-agenda rutin organisasi. Hampir tidak ada ide dan gerakan baru…
L : Sayang sekali kawan…Kalian punya nama besar. Prestasi politik kalian dahulu luar biasa.Jaringan daerah juga
luas..mengapa bisa begitu ?
K : Gak taulah..kayaknya kami belum siap menjadi besar. Mental kami masih mental organisasi kecil. Tantangan-tantangan
sebagai organisasi besar belum bisa kami jawab dengan baik.Kami memang besar secara kuantitas. Tapisecara kualitas…?
entahlah saya tidak berani menilai.Oya. .sebenarnya apa yang membuat kalian terus bersemangat dan berstamina tinggi..?
L : Ha..ha..ha.. kawan-kawan. gak ada yang istimewa dengan pendidikan dalam LMND.Aku pikir prosesnya sama dengan di KAMMI.
Kami mewajibkan kader-kader baru untuk membaca buku-buku yang ditulis oleh ideolog kami seperti Marx, Stalin,Mao Tse Tung,
dan kadang juga Castro.Ideologisasi ini membuat kami memiliki ruh dalam bergerak.Marx seolah-olah berjuang bersama kami.
Mengajari ABCD memobilisir massa dan menggerakkan perlawanan.Kami gak terlalu lama bergelut dalam diskusi apalagi
berdebat yang gak produktif.kami belajar sambil bertindak di lapangan. ini lebih mematangkan kader dengan tantangan
dan pengalaman. Lalu, bagaimana dengan KAMMI..?
K : KAMMI gak sebagus itu..
L : Apa maksud kau kawan…?
K : KAMMI lemah dalam ideologisasi. Kader KAMMI gak suka baca apalagi bacaan berat semacam ideologi.Karena itu warna ideologinya
gak jelas.
L : Bukankah kalian berkiblat pada gerakan Ikhwanul Muslimin ?
K : Katanya sih begitu…tapi tidak semua kader benar-benar memahami gerakan ini dan menjadikannya sebagai referensi penting.
L : ini bahaya kawan…jika kalian tanpa referensi,maka kalian akan bergerak sporadis. Tidak punya metode gerakan yang
sistematis.
K : Begitulah memang akhirnya…Kadang kader-kader kammi ingin INDEPENDEN dalam pemikiran, metodologi gerakan dan sikap politik.
Ya..seolah-olah secara tiba-tiba mereka menjadi ideolog gerakan yang mandiri. Memang keangkuhan kami kadangkala menutupi
kebodohan yang kami miliki.
L : Independen.. .? Ha..ha..ha.. mana ada gerakan mahasiswa kayak kita ini memiliki independensi ideologi dan politik..?
semuanya berafiliasi bung…! Apa bung gak pernah baca sejarah gerakan mahasiswa..?
K : Iya..Iya..sebenarny a kami juga paham itu. Tapi…?
L : Apa apa bung..?
K : Tapi kami agak segan mengakuinya. Sebagian kader yang lain merasa enggan menanggung konsekuensinya. Terlalu berat ..
L : Bung..kawan- kawan KAMMI salah kalo berharap jalan gerakan datar-datar saja. Lebih salah lagi kalo berharap perlawanan ini
berhasil hanya melalui tangan kita. Tirulah kami..kader kami bangga dengan ideologi sosialis. Maka merekapun tidak pernah
segan bergabung dengan organisasi apapun yang berideologi sosialialis dan bercita-cita mewujudkan masyarakat sosialis.
Kader kami banyak yang merangkap di banyak organisasi. Di LMND,di Rakyat Miskin Kota dan bahkan di Papernas. Bung tau
sendiri kan…kami sering aksi bersama dalam satu front..? Itulah kekuatan besar kami bung..!
K : Ya..saya tau itu..
L : Lalu..?
K : Kami hanya segan kalo nanti kami dianggap underbow partai tertentu.Itu bisa merusak imej independensi KAMMI..
L : Coba bung jawab..seandainya bung ngotot menolak imej underbow, apakah masyarrakat percaya padahal kalian mirip sekali PKS.
K : Saya pikir tidak…
L : Nah…jadi gak ada gunanya kita ngotot menolak imej itu bung…
K : Iya benar.. tapi kami tidakingin hubungan kammi dengan PKS terlalu kasat mata. Memang kami hubungan..tapi kami gak bisa
bergerak bersama secara kasat mata seperti bung dan kawan-kawan saudara..
L : Ok..itu pilihan strategi bung dan kawan-kawan bung. Tapi janganlah kita bicara lagi tentang independensi. .
K : Ok.., oya saudara setelah tidak lagi di LMND mau berjuangdi mana..?
L : ehm..Saya sekarang menjadi ketua Papernas di kota ini..
K : Bukankah saudara masih menjabat sebagai ketua eksekutif kota LMND..?
L : iya..benar, tapi di rapat kota kemaren saya ditunjuk untuk memegang jabatan itu.Dan bung tau..saya wajib patuh terhadap
komando. untuk sementara LMND kota dikendalikan sekjen kota.., Bung sendiri mau kemana setelah dari KAMMI ?
K : Tak taulah..saya belum berfikir ke sana..
L : Mengapa bung tidak berjuangdi PKS saja..?
K : Saudara harus tau bahwa banyak kader KAMMI yang anti terhadap PKS. Paska KAMMI mereka sebagian besar enggan aktif di PKS.
L : Aneh..PKS memiliki masa depan yang cerah. Trusn dan espektasi rakyat pada PKS cukup besar.PKS saat ini sangat perlu membangun
institusi.Mereka butuh banyak energi dan darah muda seperti kader-kader kammi. Kader-kader kammilah yang layak melanjutkan
perjuangan PKS.Kalo bukan kalian, siapa lagi? ato mungkin kawan-kawan kammi tidak setujuan dengan PKS ?
K : Kami sebenarnya setujuan..kami membangun PKS dari luar. Kami memberikan kritik yang membangun.
L : Ha..ha..ha.. apakah bung pikir PKS bisa besar hanya dengan kritikan kader-kadernya. ..?
Kalo bung dan teman-teman bung merasa setujuan dengan PKS, mengapa tidak aktif dan membangun dari dalam..?itu baru kerja yang
riil. bukan hanya pandai mengkritik.Kawan- kawan aku juga banyak yang begitu. mereka memilih berjuang di NGO karena banyak
duit di sana. Mereka justru enggan berjuang di partai karena gak ada duit di situ. Tapi percayalah bung…cita- cita gerakan
kita gak akan bisa berhasil kalo kita tidak mengambil jalan perjuangan parlementer. jadi hanya satu jalan, berjuang melalui
partai…!
K : ya..memang seharusnya begitu
L : Ok bung…kita berpisah sekarang. Kita akan bertemu di perjuangan parlemen. Salam perjuangan untuk kawan-kawan KAMMI.
K : Baik..senang bertemu saudara…saya harap juga begitu.

warung cangkrukan di sebelah timur tugu pahlawan, awal januari 2007, jam 23.00 WIB

Andri (mantan ketua kamda sby 2004-2006)