PERNYATAAN SIKAP
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
KAMMI Komisariat UNPAD
Kekerasan fisik mewarnai sejarah hitam IPDN. Satu lagi praja “Cliff Muntu” menjadi korban kebrutalan para seniornya. Sehelai tirai telah tersingkap mengungkap kegetiran hati yang lama ditutupi dan telah mengakar menjadi kebudayaan di institusi pembentuk aparatur negara ini. Hal tersebut didukung oleh adanya sistem birokrasi dan sistem pendidikan yang mempermudah terjadinya tindak kekerasan yang secara tidak langsung telah menjadi tradisi di kalangan praja.
Disisi lain, banyaknya kuantitas praja yang masuk tidak diiringi oleh meningkatnya kualitas birokratis dan akademis secara proporsional, serta kegiatan fisik yang menguras banyak energi yang lebih mengandalkan otot daripada otak. Penerimaan calon praja yang sarat akan praktek nepotisme menjadikan institusi ini sebagai sarang para penghianat bangsa indonesia. Melihat kondisi ini, sudah saatnya lahir pembaharuan yang akan membawa IPDN ini ke arah yang lebih professional dan beradab.
Maka dari itu, KAMMI-UNPAD, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat Universitas Padjadjaran menyatakan sikap dengan tegas:
1. Menuntut pemerintah khususnya Depdiknas untuk mengambil alih IPDN dan mengembalikan fungsinya kepada Institusi Pendidikan sesuai UU-Sisdiknas.
2. Menuntut pemerintah untuk mengadakan mekanisme control yang jelas kepada setiap Instansi Pendidikan di Indonesia, termasuk institusi IPDN.
3. Menuntut pemerintah untuk menghentikan sementara penerimaan mahasiswa IPDN karena dinilai jumlah praja yang ada sudah tidak lagi proporsional.
4. Menuntut agar penerimaan mahasiswa baru IPDN dilakukan secara Proporsional, Wajar, dan bebas Nepotisme.
5. Menuntut adanya reformasi sistem birokrasi dan sistem pendidikan disetiap Kampus termasuk IPDN.
6. Menolak segala bentuk tindak kekerasan di berbagai instansi pendidikan, khususnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
7. Menuntut Plt rektor baru IPDN, Johanis Kaloh, untuk menandatangani kontrak politik sebagai bentuk jaminan/komitmen dalam menyelesaikan permasalahan IPDN.
Jatinangor, 13 April 2007
Ketua Umum KAMMI-UNPAD
ttd
Abdullah “Reza” Silalahi
Didukung: Aliansi Mahasiswa Muslim se-Bandung Raya
(KAMMI Komisariat UNPAD, ITB, UPI, UIN SGD, STT Tekstil, STT Telkom, UNISBA, POLBAN, UNPAS, LDF-LDF UNPAD,
dan FKDF UNPAD) Cp: 0815 734 46846

HIDUP D DUNIA NIH CINTA DAMAI AJA
PA PENDIDIKAN BISA DILAKSANAKAN DENGAN CARA BUNUH2AN.
SADASRLAH MANUSIA
Comment by SUTAN PANGLIMO — September 7, 2008 @ 2:50 pm